Mati Corona Di Prancis Korban Pertama

Mati Corona Di Prancis Korban Pertama

daftarnegaramiskin.com Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Mati Corona Di Prancis Korban Pertama Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Mati Corona Di Prancis Korban Pertama

Seorang turis Tiongkok meninggal dunia di Prancis setelah tertular Virus Corona baru. Kasus ini menjadi kematian pertama akibat Corona penyakit di luar Asia.Dilaporkan oleh BBC, Sabtu (15/2/2020), korbannya adalah seorang pria berusia 80 tahun dari provinsi Hubei China, menurut Menteri Kesehatan Prancis Agnès Buzyn.”Ia tiba di Prancis pada 16 Januari dan ditempatkan dalam masa karantina di rumah sakit di Paris pada 25 Januari,” katanya.Hanya tiga kasus kematian sebelumnya telah dilaporkan di luar daratan China – di Hong Kong, Filipina dan Jepang.

Namun, lebih dari 1.500 orang telah meninggal karena Virus Corona di China, sebagian besar di Hubei tempat virus itu pertama kali muncul.Selanjutnya 2.641 orang baru dikonfirmasikan terinfeksi, menjadikan total kasus di China menjadi 66.492.Prancis kini telah melaporkan adanya 11 kasus Virus Corona yang dikonfirmasi. Enam orang diantaranya masih berada di rumah sakit.Anak perempuan dari pria yang meninggal itu termasuk juga terinfeksi virus, tetapi dia diyakini sudah mulai pulih.

Di luar daratan Tiongkok, ada lebih dari 500 kasus di 24 negara.Prancis mengumumkan kematian pertama terkait COVID-19 yang terjadi di Eropa. Pernyataan ini dinyatakan oleh Menteri Kesehatan Agnes Buzyn tersebut pada Sabtu (15/2) waktu setempat.”Kondisinya dengan cepat memburuk dan dia berada dalam kondisi kritis selama beberapa hari,” kata Buzyn seperti dikutip dari New York Post pada Minggu (16/2/2020).

Baca Juga : Palestina Tunjukkan Iba Kepada China

Seperti dikutip dari Deutsche Welle, wanita ini merupakan seorang turis Tiongkok berusia 80 tahun. Selain pasien tersebut, sang putri juga dikabarkan menerima perawatan di Bichat Hospital karena COVID-19.Keduanya sudah mendapatkan perawatan sejak 25 Januari lalu. Namun, Buzyn mengatakan kondisi sang putri sudah membaik dan kemungkinan akan diperbolehkan pulang.Dikutip dari France24, pria ini berasal dari provinsi Hubei dan meninggal karena infeksi paru-paru serius akibat COVID-19. Namun, laporan tentang kronologis jatuh sakitnya pasien tersebut kontradiktif.

Berdasarkan pernyataan Buzyn, lansia tersebut tiba di Prancis pada 16 Januari dan dirawat di rumah sakit pada 25 Januari untuk kemudian diisolasi. Sementara itu, media Prancis lain melaporkan bahwa pria ini sudah tiba di Prancis pada 23 Januari lalu.Kepala Unit Penyakit Menular Bichat, Yazdan Yazdanpanah mengatakan bahwa pria ini telah mengunjungi dua rumah sakit namun ditolak untuk tes karena dinyatakan tidak memenuhi definisi seseorang yang terinfeksi. Lansia tersebut akhirnya dinyatakan positif pada 29 Januari.Hingga saat ini, sudah ada tiga kematian terkait COVID-19 lain yang dilaporkan di luar Tiongkok. Tiga kasus tersebut terjadi di Filipina, Hong Kong, dan Jepang. Di Prancis sendiri, terdapat 11 kasus infeksi virus corona.