Republik Afrika Tengah

Republik Afrika Tengah

Daftarnegaramiskin.comNegara termiskin di dunia saat ini adalah Republik Afrika Tengah, sebuah negara di pedalaman Afrika yang berbatasan dengan Chad, sudah di Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo dan Kamerun. Sebelumnya, negara ini adalah kolono Prancis bernama Ubangri-Shari, yang mencapai kemerdekaannya pada tahun 1960. Meskipun negara ini sudah lama berdiri, Republik Afrika Tengah adalah salah satu negara yang paling tidak berkembang di dunia. Negara ini dibebani oleh kekerasan sektarian bertahun-tahun, pemerintahan yang kacau dan korupsi yang tak terkendali yang menambah memburuknya kondisi. Akibatnya, kemiskinan yang meluas sulit dihindari, meskipun wilayahnya memiliki cadangan emas, minyak mentah, tenaga air, uranium, dan berlian.

Berdasarkan Human Development Index tahun 2013, tingkat pembangunan manusia di Afrika Tengah sangat rendah, yaitu menempati peringkat ke-185. Hal ini dikarenakan sistem perekonomiannya yang buruk dan sering mengalami dampak inflasi. Berdasarkan data dari World Bank dan International Monetary Fund tahun 2016, Republik Afrika Tengah merupakan negara termiskin di dunia dengan pendapatan per kapitanya hanya di angka US$ 639 (Rp 8,40 juta dengan estimasi kurs 13.157 per dollar AS). Ini artinya, penduduk yang berpenghasilan hanya mampu memperoleh income sebesar 710 ribu rupiah per bulan.

Fakta-Fakta Republik Afrika Tengah

Pada tahun 1993, rakyat di Afrika Tengah mengadakan pemilu multipartai secara demoratis untuk pertama kalinya. Presiden yang terpilih adalah Ange-Félix Patassé. Pada kudeta tahun 2003, Jenderal François Bozizé menumbangkan Patassé dari kekuasaannya.

Pada tahun 2004, Afrika Tengah dilanda peperangan. Pada tahun 2007 dan 2011, perjanjian perdamaian ditandatangani. Pada Desember 2012, terjadi perselisihan antara faksi Kristen dan Islam dengan pemerintah. Pada tahun 2013 dan 2014 pembantaian etnis keagamaan terjadi di Afrika Tengah.

Ibu kota Afrika Tengah, Bangui, terletak di samping Sungai Ubangi. Tempat-tempat menarik di Bangui meliputi Pasar Pusat warna-warni (yang terkenal karena kalung perunggunya), Museum Boganda, Sekolah Seni Kerajinan Tangan, Katedral dan gereja Saint Paul, yaitu gereja kecil dengan pemandangan sungai, dan bagian Hausa. Grande Corniche di tepian sungai Ubangi yang memberikan pemandangan indah para pemancing di gubug-gubug dan sampan.

Museum Boganda di Bangui memajang alat-alat musik tradisional, peralatan perang, arsitektur pedesaan, peralatan berburu, barang-barang tembikar, dan benda-benda keagamaan. Pemandangan lainnya adalah termasuk kebun binatang Bangui dan katedral batu bata merah..
Picture

Puncak tertinggi di Afrika Tengah adalah Gunung Ngaoui, yang tinggianya mencapai 1,420 meter. Nama lain dari gunung ini adalah Gunung Gaou, yang lebih mudah diucapkan.

Di Bangassou, Afrika Tengah, dekat Sungai Ubangi di perbatasan dengan Kongo, terdapat Air Terjun Kembe di sungai Kotto. Air terjun lainnya adalah Air terjun Boali di dekat pedesaan Boali. Air terjun ini lebarnya 250 m dan tingginya 50 m dengan pemandangan indahnya dari restoran yang ada di puncaknya. Di dekat situ juga terdapat pusat listrik tenaga air.

Di Bouar, di sebelah timur Afrika Tengah, terdapat gundukan tanah pemakaman yang sudah berusia ribuan tahun yang ditandai dengan Tanjunu (benda megalit tegak) peninggalan dari masa Neolitikum seumuran dengan Stonehenge di Inggris. Situs ini masuk dalam daftar UNESCO World Heritage Site.

Kota Zinga di Afrika Tengah adalah kota kecil yang ukuran panjangnya hanya 1 km dan luasnya adalah 300 m, namun tempat ini banyak dikunjungi para turis. Pemandangan menariknya adalah rumah kayu dan keramahan warga kota ini dalam menerima para pengunjung. Kota ini bisa dicapai dengan menggunakan sampan atau motorboat melalui sungai Ubangi.

Afrika Tengah mempunyai Taman Nasional Manovo-Gounda yang terletak di perbatasan antara Afrika Tengah dengan Chad. Taman nasional ini luasnya sekitar 1,75 juta hektar dan menjadi habitat bagi banyak spesies hewan termasuk badak hitam yang sangat jarang. Spesies lainnya adalah anjing liar, harimau, gajah, dan macan tutul. Taman nasional besar lainnya di Afrika Tengah adalah Taman Nasional Dzanga-Ndoki yang berada di barat daya Afrika Tengah dan Taman Nasional Andre Felix, yang berbagi dengan wilayah Sudan, seluas 600.000 hektar, yang terdiri dari 50% semak belukar dan 50% hutan.

Cagar Alam Chinko atau yang dikenal dengan Proyek Chinko terletak di Lembah Aliran Chinko. Cagar alam ini tempat bagi banyak spesies dan dianggap sebagai salah satu tempat dengan paling banyak keragaman biologis di dunia.