NEGARA TERMISKIN DI ASIA PERINGKAT PERTAMA

NEGARA TERMISKIN DI ASIA PERINGKAT PERTAMA –  Asia adalah benua terbesar di dunia, menurut mayoritas kota afganistan ada di peringkat pertama negara paling termiskin di dunia ini.

Negara-negara tersebut memiliki tingkat ekonomi berbeda. Ada beberapa aspek dalam mengukur kemampuan ekonomi suatu negara, terutama menggunakan jumlah pendapatan per kapita. Pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata penduduk suatu negara. Merujuk buku Ekonomi, variabel yang digunakan untuk menghitung pendapatan per kapita adalah Produk Domestik Bruto (PDB) dan jumlah penduduk.

Pendapatan per kapita digunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan dihitung secara berkala setiap tahunnya. PDB per kapita yang tinggi menunjukkan standar hidup yang tinggi. Sedangkan rendahnya PDB per kapita menunjukkan negara sedang berjuang untuk memasok penduduknya dengan berbagai kebutuhan.

Negara dengan PDB per kapita yang rendah dibandingkan negara lain termasuk dalam negara miskin. Menurut PBB, kemiskinan lebih dari sekadar kurangnya pendapatan. Kemiskinan memiliki berbagai dimensi sosial ekonomi yang berbeda. Beberapa indikator kemiskinan meliputi:

Kemampuan untuk mengakses layanan dan perlindungan sosial dan untuk mengekspresikan pendapat dan pilihan. Kemampuan bernegosiasi. Status sosial, pekerjaan, dan kesempatan yang layak.

-Negara Termiskin di Asia

Dilansir dari data Bank Dunia, Afganistan adalah negara termiskin di Asia berdasarkan jumlah pendapatan per kapita pada 2020. Daftar negara termiskin di Asia serta pendapatan per kapita adalah sebagai berikut.

Afganistan (US$ 508,80).

Korea Utara (estimasi US$ 642).

Yaman (US$ 824,12).

Tajikistan (US$ 859,13).

Suriah (estimasi US$ 870).

Nepal (US$ 1155,14).

Kirgistan (US$ 1173,61).

Pakistan (US$ 1193,73).

Timor-Leste (US$ 1381,17).

Myanmar (US$ 1.400,21).

Profil Negara Termiskin di Asia

Selengkapnya, berikut profil negara-negara termiskin di Asia berdasarkan berdasarkan jumlah pendapatan per kapita tahun 2020.

BACA JUGA : Inilah Tips Belanja Online yang Aman dan Tepat

Afganistan

Afghanistan adalah negara multietnis dengan ibu kota Kabul yang terletak di bagian selatan-tengah Asia. Negara ini berbatasan dengan Iran di barat dan Pakistan di timur. Melansir data National Geographic, luas negara Afganistan mencapai 652.230 kilometer persegi. Afghanistan memiliki sejarah panjang yang didominasi oleh konflik internal antar faksi. Pada pertengahan Agustus 2021, Taliban mengambil alih kota-kota besar di Afghanistan dan menguasai pemerintahan.

Misi Bantuan Perserikatan-Bangsa di Afganistan (The United Nations Assistance Mission in Afghanistan) melaporkan 1.659 warga sipil tewas dan 3.524 lainnya terluka dalam enam bulan pertama tahun 2021. Jumlah ini meningkat 47 % dari tahun sebelumnya. Menurut Bank Dunia, sebagian besar penduduk Afganistan diperkirakan akan berada di bawah garis kemiskinan. Diperkirakan, 10 juta warga Afghanistan terancam hidup dengan pendapatan sebesar US$ 0,94 per hari.

5 Negara Termiskin Di Benua Afrika

daftarnegaramiskin –  Banyak dari berbagai negara kini telah berdiri berbagai penjuru dunia dengan kondisi geografis dan demografis yang beragam. Banyak di antaranya yang mampu memanfaatkan kondisi tersebut dengan baik, sebaliknya, banyak pula yang justru dirugikan karena kondisi tersebut.

Amerika Serikat, China, Jepang, dan Inggris sering menjadi sorotan karena unggul dalam hal perekonomian dari negara-negara lain. Di sisi lain, banyak pula negara kecil di dunia yang mengalami nasib yang sebaliknya.

Dalam menilai kemampuan serta kekayaan sebuah negara, angka Produk Domestik Bruot (PDB) per kapita masyarakatnya sering dijadikan sebagai patokan utama.

Data dari International Monetary Fund World Economic Outlook menunjukkan bahwa saat ini sebagian besar negara dengan PDB per kapita terendah datang dari benua Afrika yang sebenarnya kaya akan mineral alam.

Banyak yang membuat negara-negara tersebut menerima status sebagai negara termiskin di dunia. Mulai dari konflik bekepanjangan, masalah iklim, wabah penyakit, hingga pemerintah yang korup.

Berikut ini daftar 5 negara termiskin di dunia jika dilihat dari kemampuan PDB per kapita berdasarkan data dari International Monetary Fund World Economic Outlook.

1. Niger (PDB per kapita $427)

Dengan sekitar 80% wilayahnya terkurung oleh Gurun Sahara, Niger berada di bawah ancaman penggurunan dan perubahan iklim yang ekstrem.

Pertumbuhan penduduk yang sulit dikontrol juga membuat keadaan ekonomi penduduknya jadi semakin sulit. Kerawanan pangan yang sangat tinggi membuat banyak penduduk menderita kelaparan

Niger juga ada di tengah konflik militer dengan kelompok jihadis yang merupakan afiliasi dari ISIS dan Boko Haram. Konflik berkepanjangan ini membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggalnya.

Sekarang kondisi ekonomi Niger semakin buruk di tengah pandemi meskipun negara ini mencatat jumlah kasus yang cukup rendah.

Kondisi ini mendorong pemerintah untuk meninjua kembali proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini dari 6,9% menjadi hanya 1%.

2. Malawi (PDB per kapita $386)

Malawai saat ini berstatus sebagai salah satu negara terkecil di benu Afrika. Dalam beberapa tahun terakhir ini Malawi telah membuat kemajuan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan melaksanakan reformasi struktural yang cukup penting.

PDB terus bertumbuh secara perlahan, didukung oleh pemerintahan yang stabil dan demokratis serta dukungan keuangan yang cukup besar dari IMF dan Bank Dunia.

Meskipun demikian, kemiskinan masih meluas, ekonomi negara yang bergantung pada pertanian tadah hujuan sering terganggu karena masalah cuaca. Hal ini menyebabkan kesenjangan ekonomi antara daerah perkotaan dan pedesaan semakin parah.

Baca Juga : 7 Negara Yang Dulu Kaya Menjadi Miskin

3. Eritrea (PDB per kapita $350)

Negara kecil di kawasan Afrika Timur dengan hanya 3,5 juta penduduk ini adalah salah satu negara yang paling tidak berkembang di dunia. Sebanyak 65% penduduknya dtinggal di daerah pedesaan dan 80% dari mereka mengandalkan pertanian subsisten sebagai mata pencaharian utama.

Dalam 2020 Index of Economic Freedom of the Heritage Foundation, Eitrea menduduki peringkat ke-47 dari 47 negara yang ada di kawasan Sub-Sahara Afrika.

Rezim yang telah bertahan sejak tahun 1993 telah membentuk masyarakat yang sangat termiliterisasai di mana pengeluaran pertahanan menguras sumber daya untuk infrastruktur publik yang sangat dibutuhkan.

Penggerak utama perekonomian negara seperti pertambangan dan pertanian sangat rentan terhadap fluktuasi harga dan bahaya iklim. Kondisi kemakmuran ekonomi sangat sulit terlihat di negara ini.

4. Burundi (PDB per kapita $313)

Negara kecil yang satu ini masih harus berjuang menghadapi konflik etnis Hutu dan Tutsi. Sekitar 90% dari hampir 12 juta warganya bergantung pada pertanian subsisten.

Sayangnya, kelangkaan pangan masih merupakan masalah utama. Tingkat kerawanan pangan di Burundi hampir dua kali lebih tinggi dari rata-rata negara di wilayah Sub-Shara Afrika.

Bank Dunia mencatat akses ke air dan sanitasi masih sangat rendah, dan jumlah penduduk yang memiliki akses listirk kurang dari 5%.

Kurangnya infrastruktur, korupsi yang merajalela, dan masalah keamanan merupakan faktor utama penyebab munculnya kondisi kemiskinan ekstrem di negara ini.

5. Sudan Selatan (PDB per kapita $243)

Resmi berdiri sebagai sebuah negara pada 9 Juli 2011, Sudan Selatan kini merupakan negara termuda di dunia. Negara ini memutuskan untuk berdiri sendiri setelah kesepakatan yang mengakhiri konflik 6 tahun dengan Sudan ditandatangani.

Sayangnya konflik baru meletus pada tahun 2013 ketika Presiden Salva Kiir menuduh mantan wakilnya, Riek Machar, melakukan kudeta.

Tuduhan serius ini mendorong terjadinya serangkaian konflik di negara dengan 11,2 juta penduduk yang berasal dari sekitar 60 etnis berbeda.

Akibatnya, diperkirakan sebanyak 400.000 orang tewas dan hampir 4 juta orang kehilangan tempat tinggalnya, bahkan sampai harus mengungsi ke negara tetangga.

Sudan Selatan bisa saja menjadi negara yang kaya berkat ekspor minyak yang menjadi tulang punggung ekonominya. Sayang, jatuhnya harga komoditas dan kenaikan anggaran pertahanan negara membuat Sudah Selatan jatuh ke dalam kemiskinan.

Di luar sektor minyak, mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani tradisional yang seringkali mengalami kekerasan sehingga menghalangi mereka dalam menanam dan memanen hasil pertanian. Kondisi ini semakin mendukung Sudan Selatan menjadi negara termiskin di dunia.